Sejarah Bordir Dulu hingga Kini

Sejarah bordir atau sulaman pada pakaian sudah diawali sejak abad 5–3 Sebelum Masehi (SM). Proses bordir atau sulam ini merupakan pengembangan dari teknik menjahit sebagai dekorasi dari teknik menjahit. Sebenarnya seni bordir sudah ada sejak manusia mengenal pakaian. Bila ditelusuri bordir sebagai seni menghias pakaian telah ada sejak jaman besi. Perjalanan awal sejarah bordir dimulai ketika manusia purba biasa menggunakan pakaian dengan menggabungkan potongan kulit hewan dengan bulu-bulu sebagai penghangat atau hiasan. Selain itu manusia purba juga menghias pakaiannya dengan manik-manik berwarna-warni, batu dan tulang.

Beralih ke era yang lebih modern adalah seni border dengan menggunakan benang sulam. Bordir kain yang indah masih bertahan hingga sekarang seperti yang ditemukan pada kain-kain bordir dari Mesir Kuno, China, Persia, India dan Inggris. Setiap negara pasti memiliki peninggalan seni bordir sendiri yang merupakan peninggalan seni dan budayanya sebagai citra sejarah dan tradisi bangsanya.

Pada masa lalu pakaian bordir juga dianggap sebagai simbol kekayaan. Banyak adegan film dari sejarah sering ditemukan kain bordir yang indah, contohnya adalah Tapestry Bayeux. Kain ini memiliki panjang 231 meter dan menggambarkan Pertempuran Hastings tahun 1066.

Hingga puncaknya pada abad 16 M pada masa kekaisaran Mughal Akbar. Penulis sejarah kaisar Abu al-Fazl bin Mubarak menulis dalam bukunya yang terkenal “Ain-i-Akbari” bahwa kaisar memberikan perhatian yang besar pada benda-benda seni terutama pakaian yang dihiasi bordir dengan pola Nakshi, Saadi, Chikhan, Ari, Zardozi, Wasli, Gota dan Kohra. Hingga kini kain-kain bordir peninggalan jaman Kaisar Mughal Akbar masih ada dan nilai seninya begitu tinggi.

Revolusi Industri dan Bordir

Penemuan bordir shuttle merevolusi industri bordir. Pada tahun 1800-an, Joshua Heilmann adalah orang yang menemukan mesin untuk meningkatkan kemampuan teknik menjahit dari cara manual dengan mengunakan mesin. Penemuan mesin ini merevolusi industri jahit dan bordir hingga memicu rantai peristiwa yang mengarah ke pengembangan dari mesin jahit pada 1860-an dengan penemuan alat tenun tangan bordir bertenaga mesin pada 1870-an. Dengan penemuan mesin jahit dan dikembangkan hingga penemuan mesin bordir merubah seni bordir tidak hanya sebagai karya seni tetapi sudah mengarah ke industri komersial.


Industri Bordir Saat Ini

Saat ini mesin bordir telah berkembang dengan pesat. Seiring dengan perkembangan komputer yang diintegrasikan dengan mesin bordir mampu menambahkan twist dalam teknik menjahit membuat proses lebih mudah untuk produksi massal desain bordir. Saat ini, banyak mesin bordir yang mampu membordir desain yang anda inginkan. Dengan mesin bordir yng terkomputerisasi memudahkan setiap orang untuk menciptakan desain-desain bordir yang rumit sekalipun.

Dari segi fungsional, bordir saat ini di-aplikasikan sebagai bordir kaos, atau bordir seragam. Bordir sering dipasang sebagai logo perusahaan pada seragam kerja, atau sebagai penghias di kaos polo berkerah untuk dipakai sehari-hari. Maraknya kebutuhan untuk bordir juga membuat banyak jasa bordir berkembang dengan pesat. Bordir sebagai bentuk seni telah meningkatkan peradaban kita, sehingga kita lebih menyadari keindahan yang dapat dibuat dengan jarum dan benang. Desain rumit dan pola berwarna-warni telah menciptakan keindahan pada kain, menambah nilai seni dan bisa menjadi milik siapapun dengan perkembangan teknologi saat ini.

Sumber: http://poloshirtpolos.com

This entry was posted in Artikel Bordir and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.