Kisah Sukses Polo Ralph Lauren

Desainer fashion Ralph Lauren menjadi sebuah lambang bagi fashion klasik. Produk-produknya meliputi, Polo/Ralph Lauren for Men, Ralph Lauren for Women, Double RL, Ralph Lauren Home, dan termasuk juga Ralph Lauren paint, hal ini tentu membuat kita bertanya-tanya siapa sebenarnya dibalik merek-merek yang mendunia ini.

Terlahir sebagai Ralph Lifshitz pada 14 Oktober 1939, di Bronx, New York. Ralph Lauren dan ketiga kakaknya dibesarkan di lingkungan menengah. Kesenangannya terhadap fashion sudah terlihat sejak dia masih kecil ketika dia membeli baju mahal dari hasil tabungannya yang dikumpulkan dari bekerja sepulang sekolah. Dia bisa merasakan tampil lebih gaya dan berbeda dengan pakaian mahal yang dipakainya.

Orang-orang mungkin berpikir bahwa Ralph Lauren sekolah disain fashion, tapi kenyataannya dia sekolah di jurusan bisnis di City College, Manhattan. Selanjutnya dia bekerja di perusahaan sarung tangan sebagai salesman dan kemudian dia bekerja di perusahaan produsen dasi bernama A. Rivetz & Co, dari sinilah kerajaan modenya berawal.

Ketika bekerja di A Rivetz & Co, ia mulai menjalin jaringan yang luas, yang nantinya akan melahirkan karir kewirausahaannya. Di perusahaan ini dia mulai medesain dasi sendiri dan dengan pinjaman sebesar $50.000, Ralph Lauren mendirikan perusahaannya sendiri pada tahun 1968. Dia memberikan nama Polo untuk perusahaannya ini.

Pada akhir tahun 60-an ketika Ralph Lauren berusaha mengembangkan bisnis dasinya, Bloomingdales retail raksasa yang menjual produk-produknya memaksa Lauren untuk mencabut label merek dari dasi-dasinya. Tapi Lauren menolak permintaan itu dan tidak mau menjual produk-produknya tanpa menggunakan label mereknya. Akhirnya retail itu kembali meminta Lauren untuk memasok dasi-dasinya dengan meggunakan label Ralph Lauren.

Ketika Polo dianggap sebagai fashion setelan pada tahun 80-an, Armani memunculkan gaya Italia yang mengusung gaya masa depan yang modern, dan ini sempat memukul model Polo yang terkesan rapi dan klasik. Tapi Lauren tidak menyerah dan terus berjuang dengan model kemeja keren, rapi dan terbuat dari kain yang halus. Disain-disainnya berhasil memikat para pekerja kantoran yang ingin tampil gaya dan trendy.

Tidak sampai disitu, Ralph Lauren mengembangkan disain produknya untuk pakaian wanita dan tak ketinggalan mode untuk rumah tinggal seperti, handuk, sprei, dan furniture.

Ralph Lauren adalah desainer sekaligus pengusaha yang memiliki kemampuan untuk selalu menang, walaupun kegagalan bisnis juga mengiringinya. Pengusaha ini memiliki kekayaan bersih senilai lebih dari $1 milyar. Seorang pria yang memiliki sederetan koleksi mobil-mobil mewah seperti, Bentley 1929, Alfa Romeo1937, Bugatti 1938 dan Ferrari 1962. Tak ketinggalan dia juga memiliki sebuah peternakan di Colorado, rumah di Jamaika dan Long Island, sebuah kawasan di Bedford, New York.

Kini Polo lebih mengembangkan bisnisnya dengan memberikan lisensi untuk produk-produknya ke lebih 350 manufacturer di seluruh dunia. Perusahaannya memiliki 275 retail dan outlet sendiri di seluruh Amerika Serikat dan lisensi ke lebih 100 retail diseluruh dunia.

This entry was posted in Artikel Distro Clothing and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.